Teknologi Industri Pertanian Kami dan Agro-Industrial Technology Mereka

Tulisan ini hasil dari sedikit pemikiran setelah mengunjungi website universitas pertanian yang  tersohor di negara kerajaan pertanian Asia Tenggara. Indonesia? Mungkin julukan tadi lebih tepat disematkan untuk kerajaan Thailand.  Mengapa Thailand? Sudah tidak dapat dipungkiri kalau buah-buahan yang terkenal di pasar Indonesia baik modern maupun tradisional memiliki embel-embel negara Thailand. Sebut saja durian montong. Bahkan bila anda menulis duren di laman google maka yang muncul adalah durian montong, bukan durian medan atau durian lainnya yang terkenal dan menggunakan nama yang berasal dari Indonesia. Terdengar kabar juga bahwa, pasar Eropa untuk buah-buahan tropika dijuarai oleh Thailand.

Lalu apa hubungannya dengan universitas tadi? Tentunya timbul suatu implikasi pada pikiran kita, “berarti universitas pertanian di negeri tersebut bisa dibilang handal dong ?”. Mungkin saja iya. Selain dibuktikan dengan karya nyata Thailand di bidang agribisnis dan agroindustri yang cemerlang, salah satu asisten praktikum yang saya sering ajak diskusi tentang ini pun meng-iya-kan pemikiran tadi. Mungkin kedua fakta tersebut cukup untuk memvalidasi pemikiran saya. Nama universitas ini ialah Kasetsart University. Universitas yang kakak asisten saya sebut sebagai IPB nya Thailand.

Saya yang merasa bahwa universitas tersebut adalah tempat yang ideal untuk melanjutkan study saya, akhirnya mencoba untuk “berjalan-jalan” di laman Kasetsart University.Seketika takjub setelah melihat mereka memiliki fakultas teknologi agro-industri “Faculty of Agro-Industrial Technology“. “Jangan-jangan di sana memang tempat yang pas untuk melanjutkan studi saya”, itu kata-kata yang timbul dalam pikiran saya sambil membuka laman fakultas tersebut. Saya langsung bisa mengetahui bahwa di fakultas tersebut terdapat 5 program studi untuk master degree segera setelah lamannya terbuka. Kelima program studi itu, adalah: bioteknologi, ilmu dan teknologi pangan, material dan teknologi pengemasan, ilmu tekstil, serta manajemen dan teknologi agroindustri.

Oke, saya yang penasaran lalu membuka hampir semua tautan program studi yang terdapat dalam laman tersebut. Saya semakin tertarik, karena mata kuliah yang mereka tawarkan benar-benar fokus dan mendalam untuk bidang nya masing-masing. Bioteknologi yang mempelajari teknologi bioproses baik untuk mengolah hasil kegiatan pertanian maupun limbahnya, material dan teknologi pengemasan yang fokus mempelajari material kemasan, kontak material kemasan, cara pengemasan dan lainnya, serta manajemen dan teknologi agroindustri yang sangat mirip dengan TSI (teknik dan sistem industri) pada umumnya namun sangat berfokus pada kegiatan agroindustri. Hasil “jalan-jalan” saya tersebut membuat saya semakin tertarik pada Faculty of Agro-Industrial Technology, Kasetsart University.

Selain rasa takjub, saya secara sadar membandingkan fakultas tersebut dengan departemen saya. Pertama, nama yang digunakan. Teknologi industri pertanian yang memiliki arti luas diberikan pada satu departemen di tempat saya berkuliah dan menjadi nama satu fakultas yang mengampu 5 departemen di Kasetsart. Kedua,otomatis di departemen TIN IPB mahasiswa memelajari semua hal berkaitan tentang agroindustri dari proses, sistem, manajemen, hingga lingkungan sedangkan di KU beberapa subjek tersebut dibagi ke beberapa program studi. Wah sakti dong anak TIN? Mungkin iya juga tidak. Banyaknya subjek yang kami pelajari dalam kurun waktu 4 tahun (sama dengan strata 1 pada umunya) membuat ilmu yang dipelajari tidak mendalam dan hanya menyentuh permukaan.

Ada celetukan dari beberapa dosen yang saya ingat. Pak Djatna bilang,” Di TIN ini harus bisa semuanya tapi akhirnya gak ada yang bener-bener bisa”. Kira-kira begitulah yang saya tangkap. Pak Egum juga bilang, ” TIN IPB ini komplit. Kalau biasanya teknik industri hanya dikaitkan dengan operation research dan manajemen, di sini kalian belajar tentang proses, bioproses dan lingkungan. Saking lengkapnya sampai kalian bingung mau kemana.”. Jujur saya bingung. Beberapa kali saya berpikir, saya harus bagaimana. Fokus kami kemana?. Memangnya kenapa semua subjek tersebut hanya diampu oleh satu departemen, yaitu departemen kami, TIN. Kenapa Fakultas Teknologi Pertanian? Kenapa bukan Fakultas Teknologi Industri Pertanian.

Apakah seorang penyandang gelar S.TP dari TIN IPB harus menguasai semua subjek bahasan mengenai teknologi, industri, dan pertanian? Ego, gengsi, atau suatu keharusan? Kenapa tidak dipercayakan pada beberapa departemen. Lalu departemen-departemen ini menjadi elemen dari sebuah sistem terintegrasi dalam satu tujuan, untuk memajukan agroindustri atau umumnya pertanian Indonesia? Apa bisa kita kaitkan keberhasilan Thailand salah satunya disebabkan oleh hal yang disebut fokus ini dan ketertinggalan kita karena suatu yang kita sebut “hanya pada permukaan”?

Ya itu tadi sekilas analisa yang sangat dangkal dari seorang mahasiswa semester 3. Entah apa yang bisa membuat dia menulis hal seperti di atas. Setidaknya ada angin segar untuk pertanyaan di atas yang merupakan perkataan dosen, Pak Djatna. Beliau bilang bahwa sekarang enak, kami bisa mengetahui semua hal. Waktu beliau pertama kali melamar kerja beliau cukup malu saat ditanya oleh pewawancara tentang perencanaan proyek industri dan yang beliau mengerti hanya dari segi analisis biayanya saja tanpa tahu sisi teknisnya  (kalau tidak salah), karena dulu beliau hanya mengambil mata kuliah-mata kuliah TSI (waktu itu mata kuliah di TIN bisa dipilih apa yang mau diambil dan tidak). Selain itu, pernah ada kesimpulan dari renungan saya tentang stream, boleh memilih salah satu stream tapi sangat bijaksana kalau kita dapat mengetaui semua aspeknya. Apa yang salah tentang pemahaman yang holistik? Mungkin saja itu yang dapat menunjang atau menambah kemampuan kita pada stream yang kita pilih. Lagipula untuk masalah “tidak fokus” ini, kakak asisten praktikum saya pernah bilang, “Bu indah bilang, kalau kamu ingin ilmunya mendalam, ambil saja S2”. 

Cukup terpecahkan beberapa kerisauan saya sebelumnya. Itu tindakan yang saya ambil nanti, melanjutkan studi ke S2. Kasetsart University? Aamiin. Tapi dimanapun S2 saya nanti dan bidang apapun nanti semoga itu yang terbaik untuk saya. Semoga kedepannya, Indonesia bisa jadi rival sengit Thailand di bidang agribisnis dan agroindustri bahkan jadi juara. Semoga seluruh komponen baik pemerintah, bisnis atau industri, serta institusi pendidikan dan penelitan dapat bersatu dan saling menghilangkan gap serta ego untuk mewujudkan hal ini. Pesan saya untuk pembaca,” Apapun jurusan anda dan universitas anda mari kembali kenali apa potensi dan kebutuhan negara ini dan mari sama-sama kita bangun Indonesia kita.”. Terima kasih🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: